Halooo Rekan Buana! Kalian ada yang pernah ngalamin love-hate relationship ga nih? Atau malah lagi ngalamin hahaha…Biasanya hubungan kayak gini tuh bikin perasaan jadi kayak roller coaster, mood kalian bisa naik karena sikap hangat doi, tapi bisa juga turun karena sikap tengil yang tiba tiba muncul.
Tapi sebelum itu, Rekan Buana tau gak sih love-hate relationship itu apa? Love-hate relationship adalah jenis hubungan yang diwarnai oleh dua emosi yang saling bertolak belakang, antara cinta dan benci. Di satu sisi kalian gak bisa lepas dari doi karena ada perasaan yang kuat. Tapi di sisi lain, kalian juga sering merasa kesal, kecewa bahkan capek dengan sikap doi yang terus terulang. Biasanya, love-hate relationship terjadi karena dua orang yang memiliki chemistry kuat tapi memiliki perbedaan yang besar dalam cara berkomunikasi, ekspektasi dan juga value.

Salah satu tanda dimana Rekan Buana sedang terjebak dalam love-hate relationship adalah hubungan yang penuh pertentangan emosional. Kalian bisa merasakan kedekatan yang intens dengan doi, tapi dalam hitungan jam kedekatan itu sudah berubah mendi saling diam. Jika Rekan Buana sering mengalami pertengkaran dengan pasangan karena hal sepele, namun setelahnya hubungan malah terasa semakin dekat, itu tandanya kalian sudah terjebak dalam love-hate relationship. Rekan Buana mungkin sudah beberapa kali bilang “capek” atau “mau udahan”, tapi ujung-ujungnya malah balik lagi dengan berbagai alasan.
Nah Rekan Buana, hubungan kayak gini biasanya terasa intens di awal, namun jika berlangsung lama tanpa adanya perbaikan dalam hubungan, efeknya bisa berat untuk kesehatan mental. Kalian bisa jadi lebih mudah cemas, gampang curiga, atau bahkan kehilangan rasa percaya diri. Hubungan yang terus berulang antara cinta dan benci bisa bikin kalian menjadi hilang arah secara emosional loh, jadi bingung kapan harus bertahan atau pergi. Namun, bukan berarti kalian gak bisa keluar dari situasi love-hate relationship yaa…Kalau keduanya mau belajar cara berkomunikasi yang sehat, mengatur emosi, hubungan kalian bisa berubah menjadi lebih stabil tanpa adanya tarik-ulur.
Pada akhirnya, love-hate relationship itu merupakan situasi dimana pasangan bisa saling belajar untuk mengkomunikasikan segala hal dengan sehat tanpa harus membuat keributan. Jika hubungan Rekan Buana lebih sering bikin overthinking daripada ketenangan, mungkin itu saatnya kalian berhenti untuk menormalisasikan drama sebagai bukti cinta. Ingat ya, cinta sejati gak harus ribut agar terasa nyata. Semoga artikel ini bermanfaat!





Tinggalkan Ulasan