Hola rekan buana, masih ingat film KKN di Desa Penari yang tayang beberapa bulan kemarin, ternyata ada versi terbaru yang lebih menyeramkan. Jika di film pertama yaitu dengan durasi asli (versi uncut) selama kurang lebih 130 menit, di film versi terbarunya, kini memiliki runtime selama kurang lebih 170 menit. Sutradara yakni Awi Suryadi memanfaatkan waktu tambahan tersebut untuk memberikan lebih banyak detail baik untuk drama, penceritaan dan penyuntingan (editing) yang lebih mulus.
Banyaknya adegan-adegan baru yang disematkan menambah bumbu cerita, entah itu menyisipkan lelucon khas Jawa Timur, petunjuk-petunjuk yang hilang sebelumnya, memperkenalkan karakter-karakter yang lebih bermakna, dan tentu saja elemen horor yang menegangkan. Urutan adegan dan babak ini lebih terorganisir, tidak terburu-buru, dibandingkan film pertama. Adaptasi naskah yang dibuat sepertinya lebih mirip dan lebih menghargai aslinya.
Dalam beberapa tahun terakhir, ada beberapa film yang berdurasi antara 90 dan 120 menit. Tidak hanya di Indonesia, bahkan di luar negeri pun, memilih durasi yang lebih lama dari biasanya menjadi pertimbangan serius.
Namun, dengan banyaknya film dengan durasi yang begitu lama, hal ini seperti menghirup udara segar, memungkinkan pembuat film bekerja selama yang mereka inginkan. Padahal, film berdurasi panjang bisa menjadi tantangan, yakni bagaimana membuat penonton tidak bosan, bagaimana membuat cerita pendek dan jelas, aspek teknis apa saja yang dibutuhkan agar semua yang menontonnya betah Sambil menonton film.

Film ini akan diputar di bioskop Indonesia pada Kamis (29 Desember 2022). Selain tayang di Indonesia, Luwih Dowo, Luwih Medeni juga akan tayang di berbagai negara antara lain Singapura dan Malaysia.
Wow, bagaimana rekan buana? tertarik untuk menonton Kembali KKN di Desa Penari yang tentunya lebih menyeramkan? Jangan lupa segera membeli tiket di bioskop kesayangan rekan buana!





Tinggalkan Ulasan