Hallo Rekan Buana! Siapa nih yang tau Lawang sewu Tempat wisata yang memiliki banyak sejarah yang terletak di kota semarang, jawa tengah dan juga banyak peninggalan-peninggalan pada saat penjajahan belanda. Bukan hanya sekadar bangunan bersejarah tetapi lawang sewu juga memiliki fakta menarik loh Rekan Buana! Buat Rekan Buana yang penasaran Yukk langsung aja disimak!
1. Julukan Seribu Pintu Yang Tidak Harfiah
Rekan Buana tau gak sihh? kenapa lawang sewu itu dijuluki seribu pintu itu sebenarnya bukan hanya julukan tetapi lawang sewu artinya seribu pintu dalam bahasa jawa. Julukan ini muncul karena jumlah jendela dan bukaan yang sangat banyak yang terlihat seperti pintu dari kejauhan. Fungsinya bukan sekadar estetika, melainkan sebagai sistem ventilasi alami untuk menghadapi iklim tropis semarang, membuat udara di dalam gedung tetap sejuk tanpa AC modern.

2. Dirancang Oleh Arsitek Belanda Ternama
Selain itu Bangunan ini dirancang oleh dua Arsitek Belanda, Prof. Jacob F. Klinkhamer dan B.J Ouedag, yang memulai pembangunannya pada tahun 1904. Gaya arsitekturnya mencerminkan Modernisme Belanda awal, yang menunjukkan desain minimalis, fungsional, dan menolak dekorasi yang berlebihan.

3. Markas Besar Kereta Api Hindia Belanda
Nah Rekan Buana Bangunan ini juga pernah menjadi markas besar kereta api hindia belanda. fungsi utama Lawang sewu saat didirikan adalah sebagai kantor pusat dari Nederlandsch-Indische Spoorweg Maatschappij(NIS), perusahaan kereta api pertama di hindia belanda. Ini menjadikan Lawang Sewu sebagai pusat kendali operasional dan administrasi seluruh jaringan kereta api di pulau jawa pada masa itu.

4. Terdapat Ruang Bawah Tanah Yang Dingin
Didalam Lawang Sewu juga memiliki ruang bawah tanah yang terkenal karena kisah mistisnya. Ruangan ini pada awalnya berfungsi sebagai saluran air dan sistem pendingin gedung yang terhubung langsung ke sungai di dekatnya. Ruangan ini juga baru beralih fungsi menjadi penjara (terutama penjara jongkok) yang sanagt mengerikan penjajahan jepang.

5. Pertempuran Lima Hari Semarang
Nah Rekan Buana bangunan ini selain sering beralih fungsi ternyata Lawang Sewu juga adalah saksi bisu sekaligus lokasi pertempuran penting yang terjadi pada tanggal 14-19 oktober 1945. Disini Pemuda Republik Indonesia bertempur melawan tentara jepang yang berusaha mengambil alih gudang senjata setelah Proklamasi Kemerdekaan. Gedung ini juga menjadi simbol heroik perjuangan rakyat surabaya.

Nah gimana nih Rekan Buana pembahasan tentang lawang sewu kira-kira Rekan Buana ada yang punya rencana mau ke Lawang Sewu.





Tinggalkan Ulasan