Dengerin lagu-lagu hits dan berita terupdate hanya di Radio Mercu Buana.

Digital Detox Saat Liburan: Apakah Benar-Benar Bisa Dilakukan?

Sumber: pxhere

Halo Rekan Buana! Saat merencanakan liburan, kita seringkali membayangkan momen bersantai yang tenang dan jauh dari tumpukan tugas atau rutinitas harian. Namun, realitanya, tangan kita sering kali tetap saja gatal untuk terus mengecek smartphone, menelusuri linimasa media sosial, atau merespons rentetan notifikasi grup. Di tengah era yang menuntut kita untuk selalu online ini, muncul sebuah pertanyaan mendasar: apakah digital detox atau puasa gadget saat liburan benar-benar bisa dilakukan secara nyata?

Sumber: Shutterstock

Konsep digital detox pada dasarnya adalah langkah sadar di mana seseorang secara sengaja membatasi atau menghentikan sepenuhnya penggunaan perangkat elektronik seperti ponsel, tablet, dan komputer. Langkah ini menjadi sangat krusial bagi Rekan Buana yang mulai merasa kelelahan mental, sulit berkonsentrasi, atau sekadar ingin melepaskan diri dari tekanan dunia maya. Alasan utamanya sederhana namun berdampak besar yaitu untuk mengistirahatkan pikiran, menurunkan tingkat stres, dan memungkinkan kita untuk benar-benar menikmati interaksi nyata di sekitar kita.

Waktu yang paling ideal untuk melatih kebiasaan ini tentu saja ketika masa liburan tiba, entah itu di sela-sela libur akhir pekan yang singkat atau saat jeda panjang antar semester. Praktik ini sangat fleksibel dan bisa diterapkan di manapun destinasi liburan Rekan Buana. Mulai dari perjalanan eksplorasi ke alam terbuka yang minim sinyal, berkunjung ke creative hub bersama teman-teman, hingga sekadar staycation santai di rumah.

Tantangan terbesarnya adalah bagaimana cara mengeksekusinya tanpa harus merasa FOMO (Fear of Missing Out) atau gelisah? Rekan Buana tidak harus langsung memutus total akses secara ekstrem. Mulailah dengan langkah realistis yaitu mematikan notifikasi aplikasi yang tidak esensial, tetapkan “zona bebas gadget” (misalnya saat sedang makan atau satu jam sebelum tidur), dan beri tahu orang-orang terdekat bahwa slow response selama liburan adalah hal yang disengaja. Ganti ruang kosong tersebut dengan aktivitas yang lebih membumi, seperti membaca buku fisik, mencoba hobi baru, atau berinteraksi secara mendalam dengan orang di sekitar.

Melakukan digital detox memang membutuhkan pembiasaan, terutama di hari-hari pertama. Namun, membebaskan diri dari layar smartphone akan memberikan ruang bagi pikiran untuk benar-benar bernapas. Ingat, esensi liburan adalah mengisi ulang energi raga dan pikiran, bukan sekadar memindahkan lokasi kita menatap layar. Selamat mencoba tantangan detox ini dan nikmati pengalaman liburan yang jauh lebih bermakna, Rekan Buana!