Hallo Rekan Buana! Pernah gak sih kalian merasa deket banget sama seseorang? Udah jalan bareng, chattan setiap saat, sleepcall tiap hari, bahkan udah saling sayang tapi gak ada kejelasan status…Nah, kalau kalian pernah atau sedang dalam posisi ini, welcome to situationship world! Fenomena ini udah kayak hubungan tanpa status yang sudah jadi tren di kalangan gen z, dimana dua orang terikat secara emosional tanpa status yang jelas. Buat sebagian orang, situationship terasa bebas karena tidak adanya komitmen yang mengikat. Tapi bagi yang lainnya, hubungan serti ini malah bikin bingung karena semua terasa abu-abu.
Situationship itu ibarat hubungan yang selalu jalan tapi gak tau mau dibawa kemana. Kedua insan yang bisa saling deka, saling peduli atau bahkan saling memiliki rutinitas seperti pasangan namun tidak ada status yang jelas. Hubungan yang berstatus bukan teman, tetapi juga bukan pacar. Fenomena ini sudah populer di kalangan gen z, karena dunia digital membentuk cara baru dalam menjalin kedekatan hubungan. Bagi beberapa orang merasa bahwa hubungan gak harus selalu diumumkan atau diberi label, cukup dijalani selama hal itu tidak membebani diri.

Salah satu alasan utama kenapa banyak sekali gen z yang masuk kedalam hubungan situationship adalah ketakutan dalam berkomitmen. Banyak gen z yang tumbuh di era dimana hubungan sering berakhir dengan cepat, dan luka dari hubungan yang sebelumnya membuat mereka ragu untuk membuka diri kepada orang baru. Maka dari itu tidak sedikit gen z yang menganggap situationship menjadi jalan tengah untuk bisa dekat tanpa takut kehilangan kebebasan.
Perlu Rekan Buana ketahui juga bahwa situationship ini memiliki sisi baik dan sisi buruknya masing-masing. Kalau dilihat dari sisi positifnya, situationship bisa menjadi ruang untuk eksplorasi diri dan perasaan tanpa harus berkomitmen. Kalian bisa belajar mengenal seseorang secara santai, tanpa harus terburu-buru mendefinisikan hubungan. Namun, sisi negatifnya tidak bisa diabaikan begitu saja, situationship ini sering membuat seseorang terjebak di antara harapan dan kenyataan. Tanpa komitmen yang jelas, hubungan jadi rawan disalahpahami. Alhasil, muncul rasa sakit karena ekspektasi yang tidak seimbang.
Jika Rekan Buana ingin keluar dari situationship, cara yang paling ampuh adalah jujur dengan diri sendiri. Tanyakan pada diri sendiri, apakah hubungan yang dijalani benar-benar membuat kalian bahagia, atau hanya membuat kalian berharap tanpa arah. Cobalah untuk mengkomunikasikannya secara terbuka mengenai ekspektasi yang kalian miliki. Jika jawaban yang diberikan masih abu-abu, maka sudah saatnya kalian harus tegas pada diri sendiri dan menetapkan batas dalam hubungan. Ingat ya Rekan Buana! Jika kalian sudah mulai kehilangan diri di tengah hubungan yang tidak pasti, itu tandanya kalian perlu reclaim your peace dan belajar mencintai seseorang tanpa harus tersesat diantara rasa dan status.





Tinggalkan Ulasan