Dengerin lagu-lagu hits dan berita terupdate hanya di Radio Mercu Buana.

Bukan Sekedar Tembok Tua Fort Rotterdam, Jendela Sejarah Sulawesi Yang Tersembunyi

Sumber : Pinterst(@Nikki Parsons

Halo Rekan Buana! Kira-kira Rekan Buana ada yang udah tau atau udah pernah dengar Benteng Fort Rotterdam. Pasti Rekan Buana udah ada yang pernah dengarkan pas disekolah. Tapi ini bukan cuman sekadar tembok tua aja loh Rekan Buana tadi juga punya sejarah yang tersembunyi. Nah buat Rekan Buana yang penasaran Nih yukk langsung aja disimak!

1. Peninggalan Gowa-Tallo Benteng Ujung Pandang yang Mendahului Rotterdam

Awalnya pembangunan ini mulai didirikan sekitar tahun 1545 oleh Raja Gowa ke -9, I Manrigau Daeng Bonto Karaeng Lakiung. Pada masa itu, benteng masih struktur yang sangat sederhana yang terbuat dari susunan tanah liat. Transformasi besar terjadi di bawah kepemimpinan Raja Gowa ke-14, pada saat itu Beliau memperkuat struktur benteng dengan mengganti bahan dasar menjadi batu karang yang diambil dari sekitar pesisir. Penyempurnaan ini menjadikan Ujung Pandang sebagai benteng yang tangguh, siap menghadapi ancaman, dan menjadi salah satu infrastruktur terpenting Kerajaan Gowa yang dikenal sebagai kekuatan maritim terbesar di kawasan timur nusantara.

Sumber : Pinterst(@Zahrotun Musyarofah)

2. Jatuhnya Kekuatan Maritim dan Awal Penjajahan VOC

Ketika VOC mulai memasuki wilayah Nusantara Benteng Ujung Pandang berubah nama  menjadi Fort Rotterdam adalah simbol tragis dari kekalahan salah satu kerajaan terkuat di Indonesia. Kerajaan Gowa yang pada saat itu di bawah kepemimpinan Sultan Hasanudin yang dikenal gigih melawan monopoli perdagangan VOC yang memicu perang di makasar. Puncak dari konflik ini adalah penandatanganan dalam perjanjian Bongaya pada tahun 1667 setelah benteng ini diambil alih oleh VOC kemudian benteng ini diubah namanya menjadi Fort Rotterdam diambil dari nama kota kelahiran Speelman di Belanda. Fort Rotterdam kemudian direnovasi total oleh Belanda dan dijadikan pusat pemerintahan, militer dan perdagangan VOC untuk seluruh kawasan indonesia timur.

Sumber : Pinterst(@bu GURUKU)

3. Arsitektur Yang Unik Filosofi Penyu Yang Menguasai Dua Alam

Bentuk arsitektur Fort Rotterdam secara mendalam mencerminkan ambisi dan filosofi asli pendirinya dari Kerajaan Gowa-Tallo, yang membuatnya berbeda dari benteng kolonial lainnya. Dari udara, struktur benteng tampak jelas menyerupai seekor penyu yang hendak merangkak turun ke laut Lima sudut benteng mewakili kaki dan kepala penyu, dengan posisi kepala menghadap ke laut dan ekor menghadap ke daratan. Hewan yang melambangkan kemampuan adaptasi dua alam yaitu daratan dan lautan filosofi ini menegaskan peran kerajaan Gowa sebagai penguasa maritim yang kuat sekaligus memiliki pondasi yang kokoh di daratan sulawesi. Bentuk ini adalah warisan budaya yang dipertahankan, meskipun benteng telah dikuasai dan direnovasi oleh Belanda.

Sumber : Pinterst(@dangdude03)

4. Jejak Pahlawan Kisah pangeran Diponegoro Di Kamar Tahanan

Nah Rekan Buana selain di balik tembok benteng yang kokoh ini tersimpan narasi perjuangan kemerdekaan pahlawan nasional loh Rekan Buana. Setelah memimpin pulau jawa pangeran diponegoro pernah ditangkap dan diasingkan ke Fort Rotterdam pada tahun 1834 Diponegoro ditempatkan di salah satu bangunan di dalam kompleks benteng sering disebut Kamar 10 atau 11. Beliau menghabiskan dua puluh satu tahun terakhir hidupnya sebagai tahanan di sini. Kamar tempat beliau dipenjara kini dijadikan museum mini loh Rekan Buana yang banyak sekali peninggalan dari beliau Kehadiran jejak Diponegoro menegaskan peran Fort Rotterdam bukan hanya sebagai benteng kolonial, tetapi juga sebagai monumen bagi semangat perlawanan para pahlawan bangsa.

Sumber : (@Nasrul Anwar)

Nah itulah tadi sejarah Fort Rotterdam yang tersembunyi dan memiliki banyak sejarah. Kira-kira Rekan Buana tertarik gak nih untuk mengunjungi Fort Rotterdam.