Di tengah semangat generasi muda yang semakin berani bersuara dan berkarya, BELFEST Vol.7 kembali hadir membawakan series “Ketemu Pahlawan Versi Lo” (KPVL) sebagai ruang yang mempertemukan kreativitas, empati dan aksi nyata. Festival ini diselenggarakan pada 8 November 2025 di Ruang Serbaguna Perpustakaan Nasional RI. Acara ini menjadi wadah bagi anak muda untuk mendefinisikan arti kepahlawanan menurut pribadi masing-masing. Terdapat beragam rangkaian aktivitas menarik, mulai dari teater, pertunjukkan music, video topik, talkshow hingga konferensi pers. Hal ini membuktikan bahwa kepahlawanan tidak harus megah, tetapi bisa juga lahir dari suara kecil yg berdampak besar di lingkungan sekitar.
Rangkaian acara dibuka dengan penampilan dari Teater Zat yang mengangkat hubungan manusia dan alam. Berikutnya disusul dengan talkshow yang bertema “Ketika Alam Butuh Circle Baik Lo dan Pahlawan Muda Lainnya”. Dibawakan oleh Syahiq Harpi selaku founder River Ranger Jakarta, Megantara Massie selaku Project Manager dari Proforest dan dimoderatori oleh Nabila Zahranov. Sesi ini mengajak kalian memahami bagaimana refleksi diri dan lingkungan dapat menjadi langkah awal menuju tindakan kepahlawanan sehari-hari.
Dilanjutkan dengan diskusi bersama Fahril Wahab dari Bias Project ID, Fahrizal Muhammad Ramdan dari IDEAL Indonesia, Reni Anisah S. Si., selaku praktisi PT. Pegadaian, dan Hilmy H. M., selaku moderator yang mengangkat topik “Belajar Biar Sadar Kalau Lo Gak Sekedar Pahlawan Pengejar Gelar”. Sesi ini mengajak para generasi muda untuk melihat pendidikan sebagai proses proses pembentukan karakter dan kesadaran sosial.
Sesi berikutnya dilanjutkan oleh Pegadaian, yaitu pemutaran video sosial, serta monolog dari Teater Kafha Paramadina yang menggambarkan narasi luka, keberanian dan harapan. Suasana diskusi juga semakin mendalam melalui talkshow bertajuk “Berani Angkat Suara Meski Lo Cuma Jadi Pahlawan Buat Sekitar Lo yang Terluka”, yang dimoderatori oleh Nisyanti Yahya. Talkshow ini dibawakan oleh Petrel Alminangga Setia Negara selaku Community Leader Bantu Official dan Arrisya Chairunnisa selaku Head of education dan dimoderatori oleh Nisyanti yahya selaku narasumber. Sesi ini menekankan bahwa tindakan kecil dari anak muda dapat menjadi pemicu perubahan berarti, terutama dalam menghadapi dinamika sosial yang semakin kompleks.
Acara terus berlanjut melalui penampilan FEMOTRAP dan pemutaran video musik yang menampilkan potensi anak muda di dunia seni. Talkshow musik bertema “Gak Cuma Soal Panggung dan Gaya, Musik Itu Bukti Pahlawan Bekerja dan Berkarya” dengan dimoderatori oleh Wendhi Putro dan 2 narasumber yaitu Ezra Mandira selaku akademisi dan Andrew Munthe selaku gitaris Sound od Baila. Dalam talkshow ini ditegaskan bahwa musik bukan hanya hiburan, tetapi juga sarana ekspresi, medium perlawanan, dan kontribusi nyata bagi masyarakat. Para musisi muda diajak untuk tidak takut bercerita melalui karya-karya mereka yang jujur dan bermakna.
Acara berikutnya dilanjutkan dengan Konferensi Pers yang dibawakan oleh 4 pembicara yaitu, Achmad Za’im Mudzaki sebagai Festival Director, Wisnu Ardiansyah sebagai Program Director, Aurel Ramadhanty Forico sebagai Marketing Communication Director, dan I Gusti Made Bagus Ageng Pradana sebagai External Affairs Director. Konferensi pers ini berfokus pada topik mengenai capaian BELFEST Vol. 7 sepanjang tahun 2025, seperti jumlah penjualan tiket Very Early Bird, jumlah impression di media sosial hingga company dan media partner.

Di penghujung acara kalian dapat menyaksikan penampilan teater dari Teates SMAN 70 yang menbawa kisah simbolis mengenai identitas, ruang dan keberanian. Kemudia ditutup dengan penampilan Pohon Di Laut yang membawakan beberapa lagu dari Guest Star BELFEST Vol.7, salah satunya adalah HIVI!. Keseluruhan rangkaian acara ini tekah membuktikan bahwa KPVL bukan sekedar acara, tetapi juga ruang aman bagi generasi muda untuk berekspresi serta nenunjukkan bahwa keberanian berkarya adalah bentuk dari kepahlawanan yang relevan di era ini.





Tinggalkan Ulasan