Hola Rekan Buana lagi ramai nih perihal kehadiran Gen Z dalam dunia pekerjaan yang tak jarang jadi sorotan. Bahkan ternyata banyak di antara mereka yang sampai dipecat dari perusahaan tempat mereka bekerja.
Kira kira Rekan Buana tau ga ya penyebabnya apa? Dan apa yang sebenarnya terjadi? Simak ulasan lengkapnya berikut ini.
Dilaporkan Euronews, perusahaan ramai-ramai memberhentikan karyawan Gen Z tak lama setelah diterima. Hal itu terungkap dari sebuah penelitian yang melibatkan 1.000 manajer yang membawahi pekerja usia 20an. Hasilnya menyatakan satu dari enam mengaku tidak mau lagi mempekerjakan Gen Z karena reputasi mereka yang kurang baik.
Berdasarkan kesaksian, dikatakan bahwa banyak orang yang lahir pada tahun 1997-2000 belum siap bekerja. Mereka cenderung tidak memahami etika kerja, kesulitan berkomunikasi, tidak bisa menerima kritikan, dan secara keseluruhan belum mampu memenuhi tuntutan pekerjaan.
Menurut perusahaan, ada sejumlah alasan di balik keputusan memecat para fresh graduate, seperti kurangnya motivasi dari karyawan, kurangnya profesionalisme, dan keterampilan komunikasi yang buruk.
“Banyak lulusan perguruan tinggi baru-baru ini kesulitan memasuki dunia kerja untuk pertama kalinya karena hal itu bisa sangat berbeda dari apa yang biasa mereka alami selama belajar,” kata Kepala Penasihat Pengembangan Karier dan Pendidikan Intelligent, Huy Nguyen, dikutip dari Euronews, Rabu (23/10/2024).
“Mereka sering kali tidak siap menghadapi lingkungan yang kurang terstruktur, dinamika budaya tempat kerja, dan ekspektasi pekerjaan yang mandiri,” lanjutnya.
Berikut 10 alasan terbesar Gen Z dipecat berdasarkan studi:
- Kurangnya motivasi dan inisiatif dalam bekerja (50%)
- Kurang profesional (46%)
- Kurangnya kemampuan berorganisasi (42%)
- Kurangnya kemampuan komunikasi (39%)
- Kurangnya menanggapifeedback (dari atasan atau klien) (38%)
- Kurangnya pengalaman kerja yang relevan (38%)
- Kurang dalam memecahkan masalah (34%)
- Kemampuan teknisnya tidak efisien (31%)
- Tidak bisa berbaur dengan budaya perusahaan (31%)
- waktu bekerja (30%)
Lalu gimana sih cara mengatasinya? ada baik pihak perusahaan maupun Gen Z perlu saling menyesuaikan. Para pekerja muda pun harus tahu mengubah kebiasaan dan menambah bekal untuk masuk dunia profesional. Berikut 11 cara yang bisa dilakukan agar Gen Z diterima dan disukai berdasarkan ‘curhatan’ para manajer:
- Inisiatif terhadap kerjaan
- Bersikap positif
- Etika ketika kerja
- Mau beradaptasi
- Mau menerima saran dan kritik
- Tepat waktu dan bisa diandalkan
- Punya kemampuan teknis yang kuat
- Kemampuan interpersonal yang baik
- Punya pengalaman magang dan kerja
- Menggunakan media sosial dengan pantas
- Melakukan perbincangan politik





Tinggalkan Ulasan