Dengerin lagu-lagu hits dan berita terupdate hanya di Radio Mercu Buana.

Dinamika Baru Musik NCT Tanpa Mark Lee

Instagram : @nct

Rekan Buana, kabar yang sempat bikin heboh akhirnya bukan sekadar isu, Mark Lee resmi keluar dari NCT dan juga SM Entertainment setelah hampir 10 tahun berkarier bersama. Keputusan ini diumumkan langsung oleh agensi pada 3 April 2026, dengan kontraknya berakhir pada 8 April 2026.

Nggak cuma dari agensi, Mark Lee juga menyampaikan langsung ke penggemar lewat surat emosional di Instagram. Dalam pesannya, ia berterima kasih kepada fans dan menyebut bahwa keputusan ini adalah awal dari bab baru, bukan akhir dari segalanya.

Instagram : @onyourm__ark

Rekan Buana, kalau kita bahas dari sisi musik, kepergian Mark Lee bukan hal kecil. Sejak debut lewat NCT U dengan lagu The 7th Sense, Mark Lee sudah menunjukkan karakter rap yang kuat, tenang, ritmis, tapi tetap emosional.

Di NCT 127, gaya musiknya lebih agresif dan penuh energi. Lagu seperti Cherry Bomb jadi contoh bagaimana rap Mark Lee membentuk struktur lagu, bukan sekadar pelengkap. Bahkan bisa dibilang, flow dan tone suaranya jadi salah satu ciri khas utama sound NCT 127.

Sementara di NCT Dream, Mark Lee membawa warna yang lebih ringan tapi tetap berkarakter. Perpaduan antara youthful pop dan eksperimen genre seperti di Hot Sauce menunjukkan fleksibilitas musikalnya sesuatu yang jarang dimiliki idol lain.

Secara musikal, keluarnya Mark Lee akan berdampak besar. Setelah kepergiannya, NCT 127 akan melanjutkan aktivitas dengan 7 member, dan NCT Dream dengan 6 member. Ini berarti akan ada perubahan dalam distribusi vokal, rap, dan bahkan konsep musik ke depan. Mark Lee selama ini dikenal sebagai penghubung antar unit NCT, baik dari segi suara maupun identitas musik. Tanpa Mark Lee, kemungkinan besar NCT akan mengalami transisi sound, entah menjadi lebih eksperimental atau justru lebih fokus pada warna masing-masing unit.

Instagram : @onyourm__ark

Menariknya, keputusan Mark Lee bukan tanpa alasan. Ia disebut ingin mengejar jalur musik yang lebih personal, termasuk eksplorasi sebagai penulis dan solois. Sebenarnya, potensi itu sudah terlihat sejak ia merilis karya solo seperti album The Firstfruit di tahun 2025, yang menunjukkan sisi musikal nya lebih intim dan reflektif. Dengan keluar dari NCT, Mark Lee punya ruang lebih luas untuk bereksperimen, baik dalam hip-hop, R&B, maupun genre lain di pasar global.

Rekan Buana, perpisahan Mark Lee dari NCT bukan cuma soal keluarnya satu member, tapi juga penutup sebuah era dalam perjalanan musik grup ini. Selama hampir satu dekade, Mark Lee bukan hanya tampil sebagai idol, tapi juga sebagai musisi yang ikut membentuk identitas sound NCT.

Kini, baik Mark Lee maupun NCT sama-sama memasuki fase baru. NCT akan terus berkembang dengan formasi baru, sementara Mark Lee memulai perjalanan musiknya sendiri.

Rekan Buana, kira-Kira tanpa Mark Lee, warna musik NCT akan tetap sama, atau justru berubah jadi sesuatu yang benar-benar baru?