Halo Rekan Buana! Setelah euforia Idul Fitri lewat, satu hal yang sering bikin kita senyum sendiri pas buka galeri adalah outfit Lebaran kita, Dari yang super niat di hari pertama sampai yang makin santai di hari ketiga, semuanya punya vibes yang beda. Kalau dilihat dari tren dan juga referensi dari public figure, ternyata gaya Lebaran itu memang bertransformasi tiap harinya. Yuk, kita bahas satu per satu!Inst

Di hari pertama, suasana Lebaran masih terasa sangat sakral dan formal. Nggak heran kalau Rekan Buana cenderung memilih outfit yang paling anggun dan totalitas. Gamis dengan detail mewah seperti bordir, payet, atau motif elegan jadi pilihan utama. Warna-warna seperti maroon, gold, atau putih juga sering dipilih karena memberi kesan classy dan mahal. Look ini biasanya dilengkapi dengan makeup yang lebih flawless dan aksesoris yang mendukung. Bisa dibilang, ini adalah momen di mana semua orang ingin tampil paling maksimal, apalagi karena banyak momen kumpul keluarga besar dan foto-foto.

Masuk ke hari kedua, gaya mulai sedikit berubah. Walaupun masih rapih, kesannya jadi lebih ringan dan nggak seformal hari pertama. Dress dengan potongan lebih simpel atau setelan yang tetap elegan tapi nggak terlalu berat mulai jadi pilihan. Seperti yang sering terlihat di gaya Tasya Farasya, outfit hari kedua cenderung feminin dengan sentuhan modern misalnya dress warna nude atau soft pink dengan detail yang lebih subtle. Di titik ini, kenyamanan mulai jadi faktor penting, karena aktivitas masih padat tapi energinya sudah tidak se niat hari pertama.

Lalu di hari ketiga, suasana berubah jadi jauh lebih santai. Banyak Rekan Buana mulai beralih ke outfit yang lebih casual tapi tetap stylish. Outer seperti cardigan atau lace outer dipadukan dengan inner simple dan celana panjang mulai sering dipakai. Gaya seperti ini juga terlihat di inspirasi Inka yang menggabungkan unsur tradisional dan modern dengan cara yang effortless. Tas kecil dan sepatu yang nyaman jadi pelengkap wajib, karena biasanya hari ini diisi dengan kegiatan santai seperti jalan-jalan atau nongkrong.
Kalau diperhatikan, perubahan outfit dari hari pertama sampai hari ketiga ini sebenarnya bukan kebetulan. Ini mencerminkan perubahan suasana Lebaran itu sendiri, dari yang formal, semi-formal, sampai akhirnya benar-benar santai. Rekan Buana secara nggak sadar menyesuaikan gaya dengan aktivitas dan mood di setiap harinya. Fenomena ini juga menunjukkan kalau sekarang fashion Lebaran nggak lagi monoton. Banyak anak muda yang mulai lebih ekspresif dan kreatif dalam menentukan gaya, bahkan merencanakan outfit berbeda untuk tiap hari. Selain biar nggak bosen, tentu saja ada faktor lain yang nggak bisa dipungkiri biar tetap aesthetic di setiap postingan media sosial Rekan Buana.
Pada akhirnya, Lebaran bukan cuma soal tradisi, tapi juga jadi momen untuk mengekspresikan diri lewat gaya berpakaian. Dari yang paling glam di hari pertama, lebih soft di hari kedua, sampai super santai di hari ketiga semuanya punya cerita.
Jadi, Rekan Buana tim mana nih? Lebih suka look anggun hari pertama, feminin hari kedua, atau santai stylish di hari ketiga?





Tinggalkan Ulasan